OLE777 – Radamel Falcao García Zárate, yang akrab dijuluki El Tigre, adalah salah satu penyerang paling ikonik dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan. Ketajaman, agresivitas, dan naluri mencetak golnya menjadikannya salah satu striker terbaik di era 2010-an. Namun, perjalanan Falcao di Piala Dunia bukanlah cerita yang lurus melainkan sebuah kisah dramatis yang mencakup harapan besar, rasa sakit yang mendalam, serta pencapaian emosional yang akhirnya terwujud lebih lambat dari seharusnya.
Baca juga : Timnas Kolombia Amankan Tiket Piala Dunia 2026 dan Menargetkan Kemenangan
Falcao memulai karier profesionalnya di Lanceros Boyacá sebelum bergabung dengan River Plate di Argentina. Di klub inilah ia mulai dikenal luas sebagai salah satu bakat muda paling mematikan. Kemampuannya menyundul bola, penempatan posisi, serta insting predator menjadikannya striker komplet.
Namanya semakin terkenal ketika ia pindah ke FC Porto. Bersama klub Portugal tersebut, Falcao mencetak rekor gol di Liga Europa dan membantu Porto memenangkan berbagai gelar penting. Kemudian, di Atlético Madrid, ia mencapai status superstarnya, menjadi salah satu penyerang paling ditakuti di dunia.
Pada masa kualifikasi Piala Dunia 2014, Radamel Falcao adalah tokoh sentral Kolombia. Ia menjadi pencetak gol terbanyak tim dan membawa Kolombia tampil luar biasa di zona CONMEBOL. Falcao bukan hanya pemain kunci, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Kolombia di bawah pelatih José Pékerman.
Kolombia kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998, dan seluruh negeri sangat berharap melihat Falcao tampil di panggung terbesar itu. Banyak media menyebut Kolombia sebagai kuda hitam Piala Dunia 2014, terutama karena Falcao sedang berada dalam puncak performa.
Baca juga : Juan Cuadrado Dikabarkan Akan Gabung Dalam Klub Promosi Liga Italia Pisa
Empat tahun setelah tragedi 2014, Falcao bekerja keras untuk bangkit. Ia sempat mengalami masa sulit di Manchester United dan Chelsea, namun kembali menemukan performanya bersama AS Monaco, membantu tim tersebut menjadi juara Ligue 1 musim 2016/17. Berkat kebangkitannya inilah ia akhirnya dipanggil untuk membela Kolombia di Piala Dunia 2018 di Rusia.
Bagi Falcao, ini bukan sekadar turnamen; ini adalah penebusan dan penyembuhan emosional. Untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia akhirnya bisa menginjakkan kaki di Piala Dunia, sesuatu yang seharusnya ia lakukan di puncak performanya pada 2014.
Penutup
Radamel Falcao adalah legenda yang kisahnya melampaui statistik. Piala Dunia bagi dirinya bukan soal trofi atau gelar, melainkan perjalanan emosional penuh luka dan kebangkitan. Ia mungkin kehilangan kesempatan tampil di puncak kariernya pada 2014, tetapi ia tidak kehilangan tekad untuk mewujudkan impiannya. Ketika akhirnya ia mencetak gol di Piala Dunia 2018, itu menjadi bukti kekuatan mental luar biasa seorang atlet sejati.
Riyad Mahrez merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Aljazair modern. Namanya…
Tim nasional Aljazair merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola Afrika yang memiliki sejarah panjang,…
Uruguay merupakan salah satu negara dengan sejarah sepak bola paling kuat di dunia. Dikenal dengan…
Uruguay dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi sepak bola terkuat di dunia. Dari generasi…
Uruguay dikenal sebagai negara yang melahirkan bek-bek tangguh dengan karakter kuat, disiplin tinggi, dan mental…
Dalam sejarah sepak bola Uruguay, posisi penjaga gawang selalu diisi oleh figur-figur kuat yang memiliki…