Pusat Informasi Seputar Sepak Bola Dunia

,

Granit Xhaka Kapten Timnas Swiss Bawa Timnya Lolos 10 Besar Piala Dunia

Granit Xhaka Kapten Timnas Swiss Bawa Timnya Lolos 10 Besar Piala Dunia

Nama Granit Xhaka sudah lama menjadi bagian penting dalam perjalanan Tim Nasional Swiss di level internasional. Sebagai gelandang bertahan yang berpengalaman, Xhaka dikenal bukan hanya karena kualitas teknisnya, tetapi juga kepemimpinan, mentalitas kuat, dan perannya sebagai jenderal lapangan tengah.

Latar Belakang dan Awal Karier Granit Xhaka

Granit Xhaka lahir pada 27 September 1992 di Basel, Swiss, dari keluarga berdarah Kosovo-Albania. Bakat sepak bolanya sudah terlihat sejak usia dini. Ia memulai karier junior di akademi FC Basel, salah satu klub terbesar di Swiss yang dikenal sebagai penghasil pemain muda berbakat.

Sejak di level junior, Xhaka dikenal sebagai pemain dengan visi bermain matang dan keberanian dalam duel. Kemampuannya membaca permainan membuatnya cepat naik ke tim utama FC Basel. Pada usia yang masih sangat muda, ia sudah dipercaya tampil di kompetisi domestik dan Eropa.

Baca juga : Timnas Swiss : Kuda Hitam Penantang di Ambang Lolos Piala Dunia 2026

Prestasi awal karier Xhaka bersama FC Basel sangat menjanjikan. Ia ikut membantu klub meraih gelar Liga Swiss secara beruntun, sekaligus mencicipi atmosfer kompetisi Eropa seperti Liga Champions dan Liga Europa. Penampilan konsistennya membuat banyak klub Eropa mulai meliriknya.

Prestasi Awal Karier Bersama Timnas Swiss

Granit Xhaka memulai perjalanan internasionalnya bersama Timnas Swiss dari level usia muda. Ia membela Swiss U-17 dan mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai Piala Eropa U-17 tahun 2009. Pada turnamen tersebut, Xhaka menjadi salah satu pemain kunci dan menunjukkan kualitas kepemimpinan sejak dini.

Kesuksesan di level junior membuka jalan baginya menuju tim senior. Xhaka menjalani debut bersama Timnas Swiss senior pada usia yang relatif muda. Sejak itu, namanya hampir selalu masuk dalam daftar pemain utama di setiap turnamen besar.

Gaya Bermain Granit Xhaka

Gaya bermain Granit Xhaka sangat khas dan mudah dikenali. Ia merupakan gelandang bertahan sekaligus deep-lying playmaker yang berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan

Xhaka sangat piawai mengatur ritme. Ia tahu kapan harus memperlambat permainan dan kapan harus mempercepat transisi. Sebagai kapten, Xhaka sering menjadi sosok yang menenangkan tim di situasi sulit. Ia vokal, tegas, dan tidak ragu mengambil tanggung jawab.

Baca juga : Nico Elvedi Bek Tengah Swiss Menjadi Pilar Utama Dalam Turnamen Besar

Perjalanan Granit Xhaka di Piala Dunia

Granit Xhaka telah menjadi bagian penting dari Timnas Swiss di beberapa edisi Piala Dunia. Debutnya di turnamen ini terjadi pada Piala Dunia 2014, di mana ia tampil sebagai gelandang utama dan membantu Swiss lolos dari fase grup.

Pada Piala Dunia 2018, Xhaka kembali menjadi figur sentral. Salah satu momen paling ikonik adalah gol spektakulernya dari luar kotak penalti yang menunjukkan kualitas teknis dan kepercayaan dirinya di panggung dunia.

Di Piala Dunia 2022, Xhaka tampil sebagai kapten dan pemimpin sejati. Ia memimpin Swiss dengan pendekatan permainan disiplin, solid, dan kolektif. Kontribusinya bukan hanya dalam bentuk statistik, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan tim.

 

Kesimpulan

Granit Xhaka adalah simbol konsistensi dan kepemimpinan dalam Timnas Swiss. Dari prestasi awal kariernya yang gemilang di level junior, perkembangan sebagai gelandang top Eropa, hingga kontribusinya di Piala Dunia, Xhaka telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain terpenting dalam sejarah sepak bola Swiss modern.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *