Bukayo Saka merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Tim Nasional Inggris dalam satu dekade terakhir. Lahir di London pada 5 September 2001, Saka tumbuh menjadi simbol generasi emas Inggris yang mengandalkan kecepatan, teknik, serta kecerdasan bermain. Meski usianya masih muda, kontribusi Saka bagi timnas Inggris sudah sangat signifikan, baik di ajang Piala Eropa maupun Piala Dunia. Perjalanan kariernya penuh tantangan, tetapi juga dihiasi prestasi yang menjadikannya pemain kunci di skuad The Three Lions.
Meski memiliki bakat luar biasa, perjalanan Bukayo Saka bersama timnas Inggris tidak lepas dari tantangan berat. Salah satu momen paling sulit dalam kariernya terjadi pada final EURO 2020, ketika ia gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti melawan Italia. Kekalahan tersebut memicu kritik keras dan bahkan serangan rasis di media sosial, sebuah pengalaman pahit bagi pemain muda berusia 19 tahun saat itu.
Baca juga : Timnas Inggris Ajukan Kansas City Sebagai Markas Selama Piala Dunia 2026
Namun, tantangan tersebut justru membentuk mentalitas Saka menjadi lebih kuat. Dengan dukungan keluarga, klub, dan rekan setim, ia mampu bangkit dan membuktikan kualitasnya di lapangan. Tantangan lain datang dari persaingan ketat di skuad Inggris, terutama di sektor sayap yang diisi banyak pemain berbakat seperti Phil Foden, Marcus Rashford, dan Jack Grealish. Meski demikian, Saka tetap mampu mempertahankan tempatnya berkat konsistensi dan etos kerja tinggi.
Karier Bukayo Saka dimulai di akademi Arsenal, salah satu akademi terbaik di Inggris. Ia bergabung sejak usia muda dan menunjukkan perkembangan pesat. Debut profesionalnya bersama tim utama Arsenal terjadi pada tahun 2018, saat usianya baru 17 tahun. Menurut cnnindonesia.com dalam waktu singkat, Saka berhasil mencuri perhatian berkat kematangannya dalam bermain, sesuatu yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Prestasi awal yang menonjol datang ketika Saka menjadi pemain reguler Arsenal di Liga Inggris. Ia berperan penting dalam membantu klub bersaing di papan atas Premier League dan tampil konsisten di berbagai kompetisi Eropa. Di level individu, Saka beberapa kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Arsenal versi klub dan penggemar.
Baca juga : Declan Rice : Timnas Inggris Tak Perlu Takut Pasang Target Piala Dunia 2026
Bukayo Saka dikenal sebagai pemain sayap modern yang serba bisa. Ia umumnya bermain di sisi kanan, tetapi juga mampu bermain di kiri atau bahkan sebagai bek sayap. Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan, dribel tajam, dan kemampuan membaca permainan.
Saka memiliki kontrol bola yang sangat baik serta keberanian dalam duel satu lawan satu. Ia mampu melewati bek lawan dengan kombinasi kecepatan dan teknik, lalu mengirim umpan silang akurat atau melakukan cut-in untuk menciptakan peluang. Selain itu, Saka juga rajin membantu pertahanan, sebuah kualitas penting dalam sepak bola modern. dikutip tempo.com
Kesimpulan
Bukayo Saka adalah representasi sempurna dari generasi baru timnas Inggris: muda, berbakat, dan bermental kuat. Prestasi awal kariernya bersama Arsenal dan timnas Inggris menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemain berbakat, tetapi juga pekerja keras dengan dedikasi tinggi. Tantangan berat yang pernah dihadapinya, termasuk kritik dan tekanan publik, justru menempa mentalnya menjadi lebih matang.
Sepak bola Norwegia dalam satu dekade terakhir mengalami perkembangan signifikan dengan munculnya generasi pemain berbakat…
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Norwegia kembali melahirkan generasi muda berbakat yang siap bersaing…
Nama Ryan Mendes merupakan salah satu sosok penting dalam perjalanan sepak bola modern Timnas Cape…
Dalam sejarah sepak bola Kolombia, nama Radamel Falcao García yang kerap keliru disebut sebagai Claudio…
Jamiro Gregory Monteiro merupakan salah satu pemain paling penting dalam perkembangan Tim Nasional Cape Verde…
Ryan Mendes merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern Tim Nasional Cape Verde.…